Tampilkan postingan dengan label masih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masih. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Januari 2014
Chong Wei Masih Sandaran Utama Emas Olimpik

PUTRAJAYA – Bakat luar biasa yang dimiliki Datuk Lee Chong Wei menjadikan pemain nombor satu dunia itu terus menjadi sandaran utama bagi meraih pingat emas pertama negara pada Sukan Olimpik 2016 di Rio de Janeiro, Brazil.
Menteri Belia dan Sukan Khairy Jamaluddin berkata daripada kaca mata beliau, Chong Wei merupakan atlet yang mempunyai keistimewaan tersendiri, biarpun usia jaguh badminton negara itu sudah melepasi 30-an.
Pada masa sama, Khairy berkata beliau tidak mahu meletakkan harapan seratus peratus kepada acara badminton kerana percaya atlet sukan lain turut mampu meraih pingat emas negara pada temasya sukan terbesar dunia itu.
“Saya bukan sentimental tetapi tidak dinafikan Chong Wei masih ada peluang. Saya sendiri bercakap dengan beliau (Chong Wei)…ada sesuatu yang istimewa tentang Chong Wei.
“Atlet seperti beliau hanya datang mungkin dua atau tiga generasi sekali. Pada Olimpik akan datang, usianya 33 tahun dan beliau pernah beritahu saya, jika kondisi badan dapat dijaga dengan baik, mungkin peluang memberikan pingat emas itu ada,” katanya dalam temu bual eksklusif dengan Bernama di pejabatnya di sini.
Sejak Malaysia menyertai Olimpik pada 1956, hanya beregu Cheah Soon Kit-Yap Kim Hock (Atlanta 1996) dan Chong Wei (Beijing 2008) yang hampir memberikan pingat emas pertama negara pada temasya itu, namun hajat mereka tersekat di peringkat akhir untuk sekadar meraih perak.
Dua beradik Razif-Jalani Sidek menyumbang pingat Olimpik pertama kepada Malaysia semasa temasya 1992 di Barcelona apabila meraih gangsa manakala adik mereka, Rashid Sidek memenangi gangsa dalam acara perseorangan.
Untuk rekod, kesemua pingat yang dimenangi Malaysia pada temasya Olimpik adalah menerusi acara badminton sehinggalah pada Sukan Olimpik London 2012, ratu terjun negara Pandelela Rinong Pamg memecah tradisi apabila muncul penyumbang pingat gangsa dalam acara terjun 10 meter platform wanita.
Dalam pada itu, Khairy berkata kementerian akan memberi fokus dalam pelbagai aspek terhadap atlet sukan lain seperti berbasikal, terjun dan memanah bagi memastikan mereka benar-benar bersedia bersaing di pentas berprestij itu.
Beliau berkata atlet Olimpik seperti Khairul Anuar Mohamad daripada sukan memanah, pelumba trek Mohd Azizulhasni Awang dan Josiah Ng serta Pandelela mempunyai potensi besar meraih pingat emas pada temasya akan datang di Brazil.
“Khairul Anuar mempunyai masa depan cerah dan memanah ialah satu daripada lapan sukan pilihan yang dikenal pasti untuk program ‘Road to Rio’.
Azizul, Josiah dan Pandelela, mereka masih muda dan mempunyai banyak masa untuk bersaing di peringkat paling tinggi,” katanya.
Selain tumpuan meraih pingat emas, Khairy berkata kementerian turut menyenarai 54 atlet daripada 11 jenis sukan yang mempunyai peluang cerah menyumbang pingat kepada negara pada temasya Olimpik, dalam program ‘Road to Rio 2016′.
Sebelas jenis sukan di bawah program itu ialah acara yang pernah menyaksikan penyertaan atlet negara pada temasya Olimpik lepas iaitu akuatik, angkat berat, berbasikal, badminton, gimnastik, hoki lelaki, lawan pedang, memanah, menembak, olahraga dan sukan layar.
Program ‘Road to Rio 2016′ adalah kesinambungan daripada program ‘Road To London 2012′, yang bertujuan mencari pingat emas pertama Malaysia di Sukan Olimpik dengan peruntukan sebanyak RM50 juta. – BERNAMA
Sabtu, 28 Desember 2013
Nenek Telan Pulpen Selama 25 Tahun dan Pulpen Masih Berfungsi
Kecelakaan konyol membuat seorang perempuan di Inggris menelan pulpen 25 tahun lalu. Benda itu baru dikeluarkan setelah perutnya bermasalah dan ajaibnya masih bisa digunakan meski plastik di luarnya rusak parah terkena asam lambung.
Kasus yang dipublikasikan dalam British Medical Journal Case Reports itu menjelaskan, kasus ini menimpa perempuan berusia 79 tahun yang tidak disebutkan namanya. Ia dibawa ke rumah sakit karena berat badannya turun drastis dan mengalami diare parah.
Dokter mengatakan ia menderita diverticulosis, yakni terbentuknya kantong kecil yang menonjol di usus dan memang sering dialami orang lanjut usia. Namun ketika perutnya dipindai dengan ultrasonografi (USG), dokter menemukan benda mencurigakan berwujud batangan memanjang.
Barulah ketika ditanya oleh dokter, pasien ini mengaku pernah menelan pulpen 25 tahun sebelumnya. Pengakuan ini mengejutkan, sebab benda yang paling sering tertelan biasanya adalah gigi palsu dan tusuk gigi sementara pulpen dianggap terlalu besar untuk masuk kerongkongan.
Menurut Dr Oliver Waters yang menangani kasus tersebut, pasien ini mengaku pernah mengorek sesuatu di kerongkongannya pakai pulpen 25 tahun lalu. Namun karena hilang keseimbangan, mendadak ia jatuh dan pulpen itupun tertelan masuk ke dalam perutnya.
Ketika ia menceritakan apa yang terjadi kepada suami dan bahkan dokter pribadinya, tidak ada satupun orang yang percaya bahwa ia menelan pulpen. Bahkan pemindaian dengan sinar X di rumah sakit pada waktu itu tidak menunjukkan ada benda aneh di perutnya.
"Dalam kasus seperti ini, sinar X memang tidak bisa mendeteksi benda dari plastik dengan akurat. Karena itu tidak ada salahnya percaya pada pengakuan pasien meski tampaknya kurang masuk akal," kata para dokter dalam laporan tersebut, seperti dikutip dari MSNBC, Selasa (20/12/2011).
Belakangan, dokter menyimpulkan bahwa gangguan pencernaan yang dialami pasien tersebut tidak berhubungan dengan pulpen yang tertelan. Namun bagaimanapun, pulpen yang sudah bersarang selama 25 tahun itupun dikeluarkan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
Saat dikeluarkan, bentuk pulpen itu sudah rusak parah karena bertahun-tahun bereaksi dengan asam lambung yang terkenal sangat kuat. Namun ajaibnya, meski bagian luarnya hampir tidak berbentuk, pulpen itu masih berfungsi dengan baik ketika dicoba untuk menulis di kertas.
sumber: detikhealth.com
Dokter mengatakan ia menderita diverticulosis, yakni terbentuknya kantong kecil yang menonjol di usus dan memang sering dialami orang lanjut usia. Namun ketika perutnya dipindai dengan ultrasonografi (USG), dokter menemukan benda mencurigakan berwujud batangan memanjang.
Barulah ketika ditanya oleh dokter, pasien ini mengaku pernah menelan pulpen 25 tahun sebelumnya. Pengakuan ini mengejutkan, sebab benda yang paling sering tertelan biasanya adalah gigi palsu dan tusuk gigi sementara pulpen dianggap terlalu besar untuk masuk kerongkongan.
Menurut Dr Oliver Waters yang menangani kasus tersebut, pasien ini mengaku pernah mengorek sesuatu di kerongkongannya pakai pulpen 25 tahun lalu. Namun karena hilang keseimbangan, mendadak ia jatuh dan pulpen itupun tertelan masuk ke dalam perutnya.
Ketika ia menceritakan apa yang terjadi kepada suami dan bahkan dokter pribadinya, tidak ada satupun orang yang percaya bahwa ia menelan pulpen. Bahkan pemindaian dengan sinar X di rumah sakit pada waktu itu tidak menunjukkan ada benda aneh di perutnya.
"Dalam kasus seperti ini, sinar X memang tidak bisa mendeteksi benda dari plastik dengan akurat. Karena itu tidak ada salahnya percaya pada pengakuan pasien meski tampaknya kurang masuk akal," kata para dokter dalam laporan tersebut, seperti dikutip dari MSNBC, Selasa (20/12/2011).
Belakangan, dokter menyimpulkan bahwa gangguan pencernaan yang dialami pasien tersebut tidak berhubungan dengan pulpen yang tertelan. Namun bagaimanapun, pulpen yang sudah bersarang selama 25 tahun itupun dikeluarkan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
Saat dikeluarkan, bentuk pulpen itu sudah rusak parah karena bertahun-tahun bereaksi dengan asam lambung yang terkenal sangat kuat. Namun ajaibnya, meski bagian luarnya hampir tidak berbentuk, pulpen itu masih berfungsi dengan baik ketika dicoba untuk menulis di kertas.
sumber: detikhealth.com
Langganan:
Postingan (Atom)